Rabu, 02 Januari 2013

makalah tha'at



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

" Sesungguhnya sambutan orang-orang mu'minin apabila
diajak kembali kepada Allah dan Rasulnya untuk meng-
hukum diantara mereka ialah berkata 'kami dengar dan
kami taat'.  Dan mereka itulah orang-orang yang ber-
untung " ( Q.S. 24:51)

               Unsur utama pembentuk akhlaq islami adalah taat kepada Allah dan Rasulnya.  Budi pekerti yang ihsan dalam islam muncul dalam tempaaan taat, mekar dalam fikrah dan berbuah
dalam jihad.  Tanpa taat tak akan muncul akhlaq, tanpanya tak akan ada iman, tak ada islam, tak ada sunah, tak ada Al Qur'an. Kalaupun ada semua itu terpapas maknanya dari dada seorang Muslim. Segumpal hafal ayat di kepala, semanis suara melafalkan hadits tak akan pernah melambungkan islam dan mengagungkannya kalau taat terhadap isi keduanya tidak dimiliki.

1.2  Tujuan

Makalah yang berjudul” Tha’at “ ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Ilmu Tasawuf.

1.3  Sistematika Penulisan

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
1.2  Tujuan
1.3  Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Tha’at
2.2 Macam-Macam Tha’at
              2.2.1 Tha’at Kepada Allah SWT
              2.2.2 Tha’at Kepada Rasulullah SAW
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran



 BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertia Tha’at
Taat adalah tunduk, dan patuh, baik terhadap perintah Allah swt. , Rasul-Nya, maupun ulul amri (pemimpin). Bila seseorang telah taat kepada seluruh perintah Allah swt. niscaya hidupnya akan bahagia dunia dan akhirat. Allah berfirman dalam Al Quran Surah An Nisa: 59, yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah, dan taatilah Rasul-Nya, dan ulul amri diantara kalian, kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikan ia kepada  Allah (Al Quran) dan Rasul (sunahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An Nisa: 59)
               Dalam sudut tertentu, bahkan "sami'na wa atho'ana" (kami dengar dan kami taat) adalah motto seorang Muslim dalam mena- paki hidup, motto yang membedakannya dengan kaum munafiq, yang mendengar dan meninggalkan.  Motto yang menstimulus semangat, sekaligus sebagai bukti dari syahadah yang diproklamasikan seorang manusia kepada Tuhannya, Rabb manusia. Taat tak lain dari pewujudan atau pemenuhan janji seorang Muslim akan apa
yang telah dia ikrarkan kepada Pencipta Yang Agung, dimana jiwanya ada dalam genggamanNya.  Taat tak lain hanyalah konsekuensi logis dari pengumuman diri, bahwa "tiada YANG DIIKUTI (ilah) selain Allah".  Tanpa ini kalimat syahadah hanya menjadi persaksian kosong yang terpenggal kamnanya, hanya suatu formalitas absurd.

               Tak pernah dapat dibayangkan kalau semua prajurit suatu kompi tidak taat pada komandan kompinya.  Jadi apa kompi itu ? Maka akanlah menjadi aneh kalau para jundullah (prajurit Allah) yang siap membela agama Allah dalam barisan yang teratur, kokoh, dan kuat tidak taat kepada Allah dan RasulNya.

               Maka tidak masuk akal sama sekali kalau seseorang atau kelompok manusia yang jelas-jelas menentang Allah dan RasulNya, namun masih mengaku sebagai orang yang berserah diri (Muslim), atau bilang sebagai Muslim yang kurang/tidak taat.  Kenapa tidak langsung saja berkata, saya anti Allah dan RasulNya, saya penentang Allah dan
RasulNya, saya siap berperang melawan Allah dan RasulNya ? Mereka masih mengaku Muslim namun berserah diri tidak kepada Allah dan RasulNya, bersedia diatur dan diperintah oleh hukum yang tidak bersumber dari Allah dan RasulNya, memberikan loyalitas dan pengabdian tidak kepada Allah dan RasulNya, menggangkat pemimpin yang bukan saja tidak membela agama Allah tapi malah merendahkannya, berburuk sangka pada para pejuang agama Allah, namun berkasih sayang dan bermesraan dengan para musuh Allah.  Kenapa tidak mereka katakan, bahwa mereka adalah hamba taghut ?

               Pada titik pemahaman ini dapat dimengerti kalau "taat" menempati urutan yang tinggi dalam mewujudkan akhlaq islami. Akhlaq Rasulullah adalah Al Qur'an, artinya adalah ketaatan pada Al Qur'an (Allah).  Sedang kita mentaati Allah dan meneladani Rasul, sebagai uswatun khazanah, tauhidul uswah.

2.2 Macam-Macam Tha’at

               2.2.1 Tha’at Kepada Allah SWT

Taat kepada Allah swt merupakan satu kewajiban yang tidak dapat diganggu-gugat. Ketika seseorang telah mengucapkan dua kalimat syahadat atau telah berada di dalam naungan agama Islam,maka wajib baginya untuk taat kepada segala bentuk perintah dan larangan Allah swt.
2.2.2 Tha’at Kepada Rasulullah SAW

Satu-satunya hamba Allah swt yang diwajibkan untuk mendapatkan ketaatan dari umat Islam adalah Rasulullah Muhammad saw. Beliau adalah suri tauladan bagai seluruh umat hingga akhir zaman. Beliaulah yang memiliki hak untuk ditaati oleh umat manusia, khususnya umat Islam. Perintah untuk taat kepada Rasulullah saw ini merupakan salah satu bentuk ketaatan kita kepada Allah swt, karena perintah tersebut tertuang di dalam Al Quran. Adapun orang-orang, golongan, atau aliran-aliran yang tidak percaya kepada Rasulullah Muhammad saw, tidak mau mematuhi sunnah-sunnahnya, dan menganggap bahwa sunnah Rasulullah Muhammad saw tidak  ada, maka sama halnya dengan ia tidak mau mentaati perintah Allah swt. Orang-orang semacam inilah yang disebut dengan orang-orang yang ingkar atau orang kafir. Taat kepada Allah swt, berarti taat pula kepada Rasulullah Muhammad saw. Perintah tersebut banyak terdapat di dalam Al Quran dan senantiasa beriring berdampingan. Jika seseorang tidak mau mentaati perintah dan larangan Rasulullah saw, maka sama saja ia tidak mau mentaati perintah dan larangan Allah swt.
Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa setiap muslim harus taat kepada Rasulullah Muhammad saw, bukan hanya kepada Allah swt saja:
1. Karena, perintah untuk taat kepada Rasulullah Muhammad saw merupakan perintah dari Allah swt. Perintah untuk taat kepada Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw ini banyak sekali terdapat dan saling  beriringan di dalam Al Quran.
2. Karena rahmat Allah swt hanya akan diberikan kepada orang-orang yang bertakwa dan beriman kepada Allah swt dan ayat-ayatnya, dan mentaati Rasulullah saw adalah salah satu bentuk ketakwaan seseorang kepada Allah swt daan ayat-ayat-Nya yang terdapat di dalam Al Quran.
3. Karena, ketaatan kita kepada Rasulullah Muhammad saw merupakan sebuah jalan untuk mendapatkan petunjuk dari Allah swt
4.Karena, Allah swt akan menimpakan azab yang sangat pedih kepada mereka yang menentang atau menyalahi perintah Allah swt. Menentang atau menyalahi perintah Rasulullah Muhammad saw merupakan salah satu bentuk pengingkaran terhadap perintah Allah swt.
5. Karena, ketaatan dan kepatuhan seseorang terhadap ketetapan Rasulullah Muhammad saw merupakan salah satu syarat sahnya iman seseorang kepada Allah swt.
6. Karena, hanya dengan mengikuti atau mentaati Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw sajalah maka kita akan memperoleh limpahan kasih sayang dan ampunan dari Allah swt. Demikianlah beberapa alasan mengapa kita selaku umat muslim harus berlaku taat kepada Rasulullah saw. Karena taat kepada Allah swt dan taat kepada Rasulullah Muhammad saw, cinta kepada Allah swt dan cinta kepada Rasulullah Muhammad saw merupakan kewajiban yang senantiasa beriringan, tidak dapat dipisah-pisah. Berikut keterangan yang berkaitan dengan perintah taat dan cinta kepada Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw, yang terdapat di dalam Al Quran: - “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya)”
(QS. Al Anfaal : 20) - “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”
(Qs. Al Anfaal : 24) - “Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: "Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.’"
(QS. Al A’raf : 156) - “Katakanlah: ‘Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk. ’”
 (QS.  Al A’raf : 158)“Katakanlah: ‘Taat kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang. ’"
(QS. An Nur : 54) - ”Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur- angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.”
(QS. An Nuur : 63) - “Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”
(QS. An Nisaa : 65) - “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha Pengampun lagi Maha penyayang.”  
(QS. Ali Imron : 31) Demikianlah Allah swt telah memberikan perintah yang jelas kepada seluruh umat manusia untuk senantiasa taat kepada-Nya dan juga kepada Rasulullah Muhammad saw. Karena, taat kepada Allah swt dan taat kepada Rasulullah Muhammad saw merupakan perintah yang harus dijalankan secara menyeluruh dan beriringan. Semoga artikel sederhana ini dapat membukakan hati kita semua untuk akhirnya menjadi hamba Allah swt yang senantiasa mentaati ketetapan Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw, yang terdapat di dalam Al Quran maupun Al Hadits.

  
 BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
               Taat kepada Allah dan RasulNya membuat akhlaq seorang Muslim sehalus bahkan lebih halus dari sutera.  Dan jaminan Allah untuk mereka ini adalah jannah, surga yang mengalir sungai di bawahnya, yang segala keni'matan, keindahan, keharuman dan sejuta kesenangan melimpah-ruah, yang hanya diisi oleh jiwa-jiwa yang tenang suci dan tawadlu.  Itulah tempat untuk orang-orang YANG BERUNTUNG; orang-orang yang taat, orang-orang yang berakhlaqul kharimah.  Sedang untuk para pembangkang, para munafiq, tempat kembali yang terburuk adalah neraka jahanam, yang bahan bakarnya dari manusia dan batu, mereka kekal di dalamnya. Naudzu billah min dzalik.

3.2 Saran

   Jangan bermimpi untuk dapat merebut hegemoni--kepemimpinan dunia, atau menampakkan keagungan Islam kalau taat hilang dari dalam dada kaum Muslimin. Jangan bermimpi! Tanpa taat, yang ada hanyalah azab, sesungguhnya azab Allah sangatlah pedih. Sangat pedih!














Tidak ada komentar:

Posting Komentar