BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
" Sesungguhnya sambutan orang-orang
mu'minin apabila
diajak kembali kepada Allah dan Rasulnya untuk
meng-
hukum diantara mereka ialah berkata 'kami dengar
dan
kami taat'.
Dan mereka itulah orang-orang yang ber-
untung " ( Q.S. 24:51)
Unsur
utama pembentuk akhlaq islami adalah taat kepada Allah dan Rasulnya. Budi pekerti yang ihsan dalam islam muncul
dalam tempaaan taat, mekar dalam fikrah dan berbuah
dalam jihad.
Tanpa taat tak akan muncul akhlaq, tanpanya tak akan ada iman, tak ada
islam, tak ada sunah, tak ada Al Qur'an. Kalaupun ada semua itu terpapas
maknanya dari dada seorang Muslim. Segumpal hafal ayat di kepala, semanis suara
melafalkan hadits tak akan pernah melambungkan islam dan mengagungkannya kalau
taat terhadap isi keduanya tidak dimiliki.
1.2 Tujuan
Makalah yang berjudul” Tha’at “ ini disusun
untuk memenuhi salah satu tugas mata pelajaran Ilmu Tasawuf.
1.3 Sistematika
Penulisan
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan
1.3 Sistematika Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Tha’at
2.2 Macam-Macam Tha’at
2.2.1
Tha’at Kepada Allah SWT
2.2.2
Tha’at Kepada Rasulullah SAW
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertia Tha’at
Taat adalah
tunduk, dan patuh, baik terhadap perintah Allah swt. , Rasul-Nya, maupun ulul
amri (pemimpin). Bila seseorang telah taat kepada seluruh perintah Allah swt.
niscaya hidupnya akan bahagia dunia dan akhirat. Allah berfirman dalam Al Quran
Surah An Nisa: 59, yang artinya :
“Hai
orang-orang yang beriman, taatilah Allah, dan taatilah Rasul-Nya, dan ulul amri
diantara kalian, kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka
kembalikan ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunahnya), jika kamu benar-benar
beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu)
dan lebih baik akibatnya.” (QS An
Nisa: 59)
Dalam
sudut tertentu, bahkan "sami'na wa atho'ana" (kami dengar dan kami
taat) adalah motto seorang Muslim dalam mena- paki hidup, motto yang
membedakannya dengan kaum munafiq, yang mendengar dan meninggalkan. Motto yang menstimulus semangat, sekaligus
sebagai bukti dari syahadah yang diproklamasikan seorang manusia kepada
Tuhannya, Rabb manusia. Taat tak lain dari pewujudan atau pemenuhan janji
seorang Muslim akan apa
yang telah dia ikrarkan kepada Pencipta Yang
Agung, dimana jiwanya ada dalam genggamanNya.
Taat tak lain hanyalah konsekuensi logis dari pengumuman diri, bahwa
"tiada YANG DIIKUTI (ilah) selain Allah". Tanpa ini kalimat syahadah hanya menjadi
persaksian kosong yang terpenggal kamnanya, hanya suatu formalitas absurd.
Tak
pernah dapat dibayangkan kalau semua prajurit suatu kompi tidak taat pada
komandan kompinya. Jadi apa kompi itu ?
Maka akanlah menjadi aneh kalau para jundullah (prajurit Allah) yang siap
membela agama Allah dalam barisan yang teratur, kokoh, dan kuat tidak taat
kepada Allah dan RasulNya.
Maka tidak masuk akal sama sekali
kalau seseorang atau kelompok manusia yang jelas-jelas menentang Allah dan
RasulNya, namun masih mengaku sebagai orang yang berserah diri (Muslim), atau
bilang sebagai Muslim yang kurang/tidak taat.
Kenapa tidak langsung saja berkata, saya anti Allah dan RasulNya, saya
penentang Allah dan
RasulNya, saya siap berperang melawan Allah dan
RasulNya ? Mereka masih mengaku Muslim namun berserah diri tidak kepada Allah
dan RasulNya, bersedia diatur dan diperintah oleh hukum yang tidak bersumber
dari Allah dan RasulNya, memberikan loyalitas dan pengabdian tidak kepada Allah
dan RasulNya, menggangkat pemimpin yang bukan saja tidak membela agama Allah
tapi malah merendahkannya, berburuk sangka pada para pejuang agama Allah, namun
berkasih sayang dan bermesraan dengan para musuh Allah. Kenapa tidak mereka katakan, bahwa mereka adalah
hamba taghut ?
Pada titik pemahaman ini dapat
dimengerti kalau "taat" menempati urutan yang tinggi dalam mewujudkan
akhlaq islami. Akhlaq Rasulullah adalah Al Qur'an, artinya adalah ketaatan pada
Al Qur'an (Allah). Sedang kita mentaati
Allah dan meneladani Rasul, sebagai uswatun khazanah, tauhidul uswah.
2.2
Macam-Macam Tha’at
2.2.1 Tha’at Kepada Allah SWT
Taat
kepada Allah swt merupakan satu kewajiban yang tidak dapat diganggu-gugat.
Ketika seseorang telah mengucapkan dua kalimat syahadat atau telah berada di
dalam naungan agama Islam,maka wajib baginya untuk taat kepada segala bentuk
perintah dan larangan Allah swt.
2.2.2 Tha’at Kepada Rasulullah SAW
Satu-satunya
hamba Allah swt yang diwajibkan untuk mendapatkan ketaatan dari umat Islam
adalah Rasulullah Muhammad saw. Beliau adalah suri tauladan bagai seluruh umat
hingga akhir zaman. Beliaulah yang memiliki hak untuk ditaati oleh umat
manusia, khususnya umat Islam. Perintah untuk taat kepada Rasulullah saw ini
merupakan salah satu bentuk ketaatan kita kepada Allah swt, karena perintah
tersebut tertuang di dalam Al Quran. Adapun orang-orang, golongan, atau
aliran-aliran yang tidak percaya kepada Rasulullah Muhammad saw, tidak mau
mematuhi sunnah-sunnahnya, dan menganggap bahwa sunnah Rasulullah Muhammad saw
tidak ada, maka sama halnya dengan ia tidak mau mentaati perintah Allah
swt. Orang-orang semacam inilah yang disebut dengan orang-orang yang ingkar
atau orang kafir. Taat kepada Allah swt, berarti taat pula kepada Rasulullah
Muhammad saw. Perintah tersebut banyak terdapat di dalam Al Quran dan
senantiasa beriring berdampingan. Jika seseorang tidak mau mentaati perintah
dan larangan Rasulullah saw, maka sama saja ia tidak mau mentaati perintah dan
larangan Allah swt.
Berikut
ini adalah beberapa alasan mengapa setiap muslim harus taat kepada Rasulullah
Muhammad saw, bukan hanya kepada Allah swt saja:
1.
Karena, perintah untuk taat kepada Rasulullah Muhammad saw merupakan perintah
dari Allah swt. Perintah untuk taat kepada Allah swt dan Rasulullah Muhammad
saw ini banyak sekali terdapat dan saling beriringan di dalam Al Quran.
2.
Karena rahmat Allah swt hanya akan diberikan kepada orang-orang yang bertakwa
dan beriman kepada Allah swt dan ayat-ayatnya, dan mentaati Rasulullah saw
adalah salah satu bentuk ketakwaan seseorang kepada Allah swt daan
ayat-ayat-Nya yang terdapat di dalam Al Quran.
3.
Karena, ketaatan kita kepada Rasulullah Muhammad saw merupakan sebuah jalan
untuk mendapatkan petunjuk dari Allah swt
4.Karena,
Allah swt akan menimpakan azab yang sangat pedih kepada mereka yang menentang
atau menyalahi perintah Allah swt. Menentang atau menyalahi perintah Rasulullah
Muhammad saw merupakan salah satu bentuk pengingkaran terhadap perintah Allah
swt.
5.
Karena, ketaatan dan kepatuhan seseorang terhadap ketetapan Rasulullah Muhammad
saw merupakan salah satu syarat sahnya iman seseorang kepada Allah swt.
6.
Karena, hanya dengan mengikuti atau mentaati Allah swt dan Rasulullah Muhammad
saw sajalah maka kita akan memperoleh limpahan kasih sayang dan ampunan dari
Allah swt. Demikianlah beberapa alasan mengapa kita selaku umat muslim harus
berlaku taat kepada Rasulullah saw. Karena taat kepada Allah swt dan taat
kepada Rasulullah Muhammad saw, cinta kepada Allah swt dan cinta kepada
Rasulullah Muhammad saw merupakan kewajiban yang senantiasa beriringan, tidak
dapat dipisah-pisah. Berikut keterangan yang berkaitan dengan perintah taat dan
cinta kepada Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw, yang terdapat di dalam Al
Quran: - “Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya, dan
janganlah kamu berpaling dari pada-Nya, sedang kamu mendengar
(perintah-perintah-Nya)”
(QS.
Al Anfaal : 20) - “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan
Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada
kamu, ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya
dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan.”
(Qs.
Al Anfaal : 24) - “Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di
akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman:
"Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku
meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang
yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada
ayat-ayat Kami.’"
(QS.
Al A’raf : 156) - “Katakanlah: ‘Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan
Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi;
tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan
mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang
beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan
ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk. ’”
(QS. Al A’raf : 158)“Katakanlah: ‘Taat
kepada Allah dan taatlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka
sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan
kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan
jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain
kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
’"
(QS.
An Nur : 54) - ”Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti
panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah
telah mengetahui orang-orang yang berangsur- angsur pergi di antara kamu dengan
berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi
perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.”
(QS.
An Nuur : 63) - “Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman
hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan,
kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang
kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.”
(QS.
An Nisaa : 65) - “Katakanlah, ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah,
ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu’. Allah Maha
Pengampun lagi Maha penyayang.”
(QS.
Ali Imron : 31) Demikianlah Allah swt telah memberikan perintah yang jelas
kepada seluruh umat manusia untuk senantiasa taat kepada-Nya dan juga kepada
Rasulullah Muhammad saw. Karena, taat kepada Allah swt dan taat kepada
Rasulullah Muhammad saw merupakan perintah yang harus dijalankan secara
menyeluruh dan beriringan. Semoga artikel sederhana ini dapat membukakan hati
kita semua untuk akhirnya menjadi hamba Allah swt yang senantiasa mentaati
ketetapan Allah swt dan Rasulullah Muhammad saw, yang terdapat di dalam Al
Quran maupun Al Hadits.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Taat
kepada Allah dan RasulNya membuat akhlaq seorang Muslim sehalus bahkan lebih
halus dari sutera. Dan jaminan Allah
untuk mereka ini adalah jannah, surga yang mengalir sungai di bawahnya, yang
segala keni'matan, keindahan, keharuman dan sejuta kesenangan melimpah-ruah,
yang hanya diisi oleh jiwa-jiwa yang tenang suci dan tawadlu. Itulah tempat untuk orang-orang YANG
BERUNTUNG; orang-orang yang taat, orang-orang yang berakhlaqul kharimah. Sedang untuk para pembangkang, para munafiq,
tempat kembali yang terburuk adalah neraka jahanam, yang bahan bakarnya dari
manusia dan batu, mereka kekal di dalamnya. Naudzu billah min dzalik.
3.2
Saran
Jangan
bermimpi untuk dapat merebut hegemoni--kepemimpinan dunia, atau menampakkan
keagungan Islam kalau taat hilang dari dalam dada kaum Muslimin. Jangan
bermimpi! Tanpa taat, yang ada hanyalah azab, sesungguhnya azab Allah sangatlah
pedih. Sangat pedih!